27.3.10

bninvestmentsbux.com


Ada banyak cara mengais dolar via internet. Salah satunya ialah melalui program PTC (paid to clik). Jadi kita dibayar untuk setiap iklan yang kita klik. Besarnya bayaran memang bermacam. Belakangan muncul PTC baru, yakni BNInvestmentsbux.com.
Sedikit ulasan dari bninvestmensbux.com


Apa BNInvestmentsBux.com?
BNInvestmentsBux.com adalah layanan gratis terbuka bagi siapapun pengguna internet di seluruh dunia. BNInvestmen membawa pengiklan lebih dekat dengan pelanggan potensial dengan menampilkan iklan berbayar. Anggota dapat mendapatkan uang dengan mengklik dan melihat iklan. Pengiklan dapat mendapatkan lalu lintas ke situs Web mereka atau program dengan menambahkan promosi.

Bagaimana cara kerjanya?
Mendaftar dan log in ke account Anda. Klik 'surf ads' dari menu untuk menampilkan iklan. Tunggu sampai selesai bar loading. Klik dan saldo account Anda akan dikreditkan. Segera setelah saldo account Anda mencapai saldo minimum tertentu Anda dapat membuat permintaan pembayaran. Untuk saat ini saldo yang bisa diambil adalah apabila telah mencapai $1 Dolar.



Berapa banyak uang yang bisa saya dapat dari arahan?
Free Member mendapatkan $ 0.01 untuk masing-masing klik dan $ 0,0025 untuk setiap referal yang mereka klik. BNInvestmen juga menyediakan menu upgrade keanggotaan yang memungkinkan anda untuk menghasilkan lebih banyak lagi. Pembayaran dapat dilakukan via AlertPay maupun PayPal.
Tapi saya belum memiliki Account Alertpay maupun PayPal. Lantas Bagaimana?
Memang proses verifikasi AlertPay maupun PayPal dulu cenderung sukar. Alertpay harus menggunakan KTP, SIM, atau kartu pengenal lain dan rekening tagihan listrik dsb. PayPal pun demikian, seseorang harus memiliki kartu debit atau kartu kredit untuk verifikasi. Tetapi tenang, mulai tahun 2010 ada kemudahan. Khususnya bagi pengguna internet di Indonesia. Saya sarankan anda mendaftar dengan akun PayPal, karena PayPal.com telah membuka kerjasama dengan Bank-bank regional di Indonesia. Sehingga proses verifikasi hanya membutuhkan kode Banknya saja.
  1. Registrasi PayPal seperti biasa. Jika Anda belum memilikinya, daftar segera di PayPal
  2. Pilihlah member premier supaya Anda bisa lebih leluasa berbisnis.
    Klik 'Profile', 'add bank'. Masukkan nama bank dan nomor registrasi Anda.
  3. Setelah 'submit'. Anda butuh waktu 1-3 hari. Pihak PayPal akan mengirimkan sejumlah kecil nominal ke rekening bank Anda.
  4. Log in ke PayPal, klik get verified (di sebelah tulisan unverified)
  5. Klik link 'confirm bank account', masukkan 2 nilai rupiah yang telah dikirimkan ke dalam rekening Anda.
  6. Kalau keliru, dibalik saja dari 2 nominal tersebut
  7. Account PayPal Anda terverifikasi!


Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.


Dapatkah saya memiliki lebih dari satu account?
Tidak, tidak diperbolehkan seseorang memiliki lebih dari satu account. Jika BNInvestmen mendeteksi beberapa account yang berhubungan dengan orang yang sama, semua account yang relevan akan ditutup. Harap jangan menggunakan jaringan publik (seperti perusahaan, sekolah) yang semuanya menggunakan alamat IP yang sama.


Seberapa sering saya harus log in untuk mencegah pemutusan akun?
Anda harus login minimal sekali setiap bulan untuk mencegah penutupan account Anda. Account Penghentian ireversibel dan semua saldo anda akan hilang.


Ketika saya log off saya melihat lebih banyak iklan dibandingkan saat login. Bagaimana bisa?
Demografis Pengiklan dapat mengatur filtering dalam promosi mereka. Hal ini menyebabkan Pengiklan hanya membayar klik yang memungkinkan anggota dari negara tertentu. Selain itu ada iklan yang dapat diklik untuk upgrade members only.




Temukan lebih jauh dan daftarkan diri anda di bninvestmentsbux.com





AMRAY Web Directory
Free Directory Listing

Read More ...

26.3.10

Sulitnya mengucapkan “aku menulis, maka aku ADA”

“Siapa bilang menulis itu mudah”. Setengah tidak percaya, ku ucapkan kembali kalimat itu berulang-ulang. Sempat terngiang beberapa kali di kepalaku, barulah aku mengerti bahwa kata-kata Prof. DR. Umar Anggoro Jenie setengah dekade yang lalu itu benar. Bahwa menulis tidak selalu mudah. Tidak semua orang bisa mencurahkan gagasan atau ide-ide di kepalanya dengan mudah, mengemasnya dalam kata-kata yang runtut, mudah ditangkap, dan jelas.

Menulis bagaikan mengukir prasasti bagi seseorang. Benarlah ungkapan “aku menulis, maka aku ada”. ‘Ada’ di sini bukan berarti hanya pertanda bahwa seseorang ada secara harfiah, tapi ‘ada’ di sini menunjukkan pula eksistensi seseorang di bidangnya, sejauh mana pandangan seseorang terhadap sesuatu, memetakan posisi seseorang, bahkan menunjukkan karakter pribadi seseorang. Sebagaimana berbicara, logat boleh sama, tapi ‘rasa’ pasti beda. Begitu pulalah menulis. Gaya bahasa bolehlah sama, tapi karakter tulisan tiap orang pasti berbeda, yang membuat ‘rasa’ dari tulisan pun berbeda. Menggigit? Syahdu? Menggertak? Atau malah fenomenal? Rasa seni mutlak bermain di sini. Menentukan bagaimana diksi, bagaimana alur, bagaimana majas, yang dalam suatu tulisan, hal itu membangun kayanya suatu ‘rasa’ tersebut. Benarlah adanya bahwa dengan tulisannya, seseorang itu ‘ada’ dalam makna apapun.

Menulis tidak semudah membaca. Namun, dari membaca kita bisa menulis. Makin banyak kita membaca, makin mudah kita menulis. Kalau budaya membaca saja tidak ada, bagaimana bisa menulis? Tentu esensi dari rentetan kalimat di atas bukan lantas membaca buku seharian saja, tapi membaca dalam konteks ini mencakup pula mencermati situasi dan kondisi, kritis terhadap lingkungan, menangkap gagasan dari apa yang dibaca, dan senantiasa menjadi pribadi yang terbuka. Sehingga jika seseorang memiliki gagasan ataupun ide-ide baru yang melengkapi, tandingan, atau fenomena lain maupun serupa yang ditemui di sekitarnya, ia punya ‘sesuatu’ untuk diungkapkan. Sayangnya, masyarakat indonesia kebanyakan mengungkapkan ‘sesuatu’ tersebut dengan cenderung mengobrolkannya atau menggunjingkannya. Bahkan banyak diantaranya yang hanya cuek dan menganggapnya angin lalu. Sangat sedikit yang mengungkapkan ‘sesuatu’ itu dengan menulis.

Kembali lagi pada pertanyaan “siapa bilang menulis itu mudah?”. Jawabannya sebenarnya gampang-gampang susah, karena pertanyaan ini berujung retoris, tapi berbobot logis. Menulis itu keiklasan, bukan paksaan. Tulisan yang bagus bukanlah tuntutan dalam kerangka intimidasi. Bagaikan potret kehidupan yang dirangkai dalam satu album, menulis melukiskan track record apapun dalam diri seseorang. Buah tulisan itu akan selalu ada, pun jauh ketika seseorang itu telah tiada. Pemikiran, kisah, maupun karakter diri jelas tercermin dalam buah karya itu. Masalah muncul pada seberapa lekat kebiasaan mengungkapkan ‘sesuatu’ yang dialami seseorang dengan menulis. Seperti saat memandang gelas yang setengah kosong dan setengahnya berisi, optimisme membuncah jika kalimat retorik itu diubah, dari “siapa bilang menulis itu mudah?” menjadi “sangat mudah untuk menulis”. Rasakan dua hal yang sebenarnya bobotnya sama besar dan berlawanan. Jadi sebenarnya, inti permasalahan itu berakar pada otak kita masing-masing, bagaimana kita memandang suatu hal. Termasuk membiasakan menulis. Jika kita berpikir menulis itu sukar, maka sukarlah ia. Tapi sebaliknya, jika berpikir menulis itu mudah, maka mudahlah ia.

Faktor seni sebagai hal yang mutlak dalam membangun kerangka buah tulisan sangat berbeda antara orang perorang dan itu tidak akan pernah bisa dibandingkan. Pun pengalaman seseorang dengan orang lain tidak akan pernah ada yang sama persis. Maka untuk apa merisaukan apa yang kita tulis? Untuk apa merasa kerdil terhadap penulis besar sekalipun? Mereka tidak mengalami apa yang kita alami bukan? Maka jangan mempersulit hal yang mudah. Kalau memang senyatanya mudah, kenapa harus dipersulit? Pandanglah menulis sebagai objek yang mudah. Curahkan apa yang kita alami, kita pikirkan, maupun yang kita rasakan. Maka dengan tulisan itulah kita membangun prasasti terbesar bagi diri kita, yang menunjukkan bahwa kita pernah ada. Karena memang “aku menulis, maka aku ada”.

Read More ...

2.9.09

Gempa lagi..

Sholat ashar kemaren sore benar-benar tidak khusyuk. Tepat sebelum adzan ashar berkumandang, tersiar kabar bahwa jakarta gempa bumi. Disusul kemudian tersiar pula kota jogjakarta juga ikut terguncang. Maka, tanpa pikir panjang, selepas sholat kutelfon bapak ibuk di jogja sana. Alhamdulilah, ternyata yang di jogja semuanya baik-baik saja. Sukurlah. Tenang hatiku jadinya.

Menurut detik.com, gempa berkekuatan 7,4 SR itu berkedudukan di Samudra Hindia tepatnya di barat daya Tasikmalaya. Lihat posisi episentrum gempa yang direlease global seismic monitor di bawah ini.
Itulah posisinya. Jadi sangat maklum kalau sedari jakarta hingga jawa tengah merasakan getaran gempa ini.

Gempa kemaren mengingatkanku pada kuliah filsafatnya dr.Bambang Fx Sukilarso Sakiman. Bahwa gempa termasuk hal yang hingga saat ini belum bisa diramalkan. Hanya satu kali dalam sejarah tercatat bahwa penyelamatan sebelum terjadinya gempa dikatakan berhasil, yakni di jepang. Setelah pemerintahan Jepang meminta rakyatnya untuk beralih ke tempat yang aman tatkala sehari sebelumnya perilaku hewan-hewan yang terlihat aneh. Dengan instruksi ini ternyata jutaan penduduk terselamatkan.

Telah banyak laporan pula bahwa perilaku hewan-hewan yang aneh sering muncul sebelum terjadinya gempa. Kebanyakan dari hewan-hewan ini seperti tahu sebelum getaran terkecil sekalipun yang dapat ditangkap seismograf sebagai sinyal awal terjadinya gempa. Bahkan sepanjang catatan sejarah terjadinya gempa dan tsunami, hewan-hewan merupakan korban yang paling sedikit dibandingkan dengan manusia. Ini sungguh mengherankan. Bahasan mengenai sixth sense pada hewan-hewan tersebut pernah diajukan, yang mana hal inilah yang dapat menyebabkan mereka terhindar dari bahaya gempa. Para ilmuwan mengatakan bahwa sebagian besar indera keenam ini sudah hilang dari dalam diri manusia, sehingga manusia awam untuk dapat mendeteksi kehadiran gempa seperti pada hewan-hewan. Tetapi tidak menutup kemungkinan segolongan kecil manusia masih memilikinya.

Gempa juga mengambil porsi memorial yang cukup kental. Khususnya bagi masyarakat Jogjakarta sepertiku yang dulu pernah merasakan betapa dahsyatnya bencana alam ini. Entahlah. Meskipun telah dinyatakan tragedi gempa jogjakarta bakal terulang 50 tahun lagi, tapi bukan alasan yang kuat untuk dijadikan suatu phobia berlebihan. Toh, sebenarnya gempa dapat terjadi setiap saat bukan. Kehadirannya yang kian sering tentunya justru menambah keyakinan tergenapinya nubuatan yang dikabarkan, bahwa akhir zaman bakal lebih banyak gempa terjadi. Yang jelas, hidup mati seseorang telah digariskan. Jalani saja dengan sabar dan istiqomah..



Read More ...

1.9.09

Ada penampakan Orbs dalam dokumentasi osmaru 2009??

Fenomena mengenai Orbs makin hari kian menarik saja. Tidak hanya bagi dunia penelitian, orbs menarik minat hampir seluruh masyarakat dunia. Apalagi makin maeluasnya penggunaan kamera, baik sebagai fitur tambahan pada HP maupun pengembangan khusus piranti kamera itu sendiri yang makin hari kian mutakhir saja.

Bagi masyarakat, orbs dahulu lebih terabaikan karena perkiraan awal, benda yang bilamana tertangkap kamera berbentuk mirip protozoa ini disangka debu atau efek blitz yang terlalu kontras dengan screen yang kurang cahaya. Penelitian sejauh ini telah membuktikan bahwa kedua pendapat tersebut salah. Orbs hanya akan muncul tatkala pemotretan dilakukan di tempat yang kurang atau cukup cahaya. Dan dalam pemotretan 3-4 kali jepretan. "Benda aneh" ini tidak akan muncul dalam pemotretan2 selanjutnya.

Wikipedia mendefinisikan bahwa orbs adalah penampakan yang biasanya berbentuk bulat, tidak diinginkan untuk ada dalam frame yang kita ambil. Terkadang bulatan tersebut meninggalkan jejak dan terkesan seperti bergerak. Bahkan dalam dunia fotografi, terdapat istilah orbs backscatter. Sempat diajukan teori teknis, bahwa orbs backscatter biasanya terjadi karena konstruksi lensa dan built-in flash yang berdekatan pada kamera multi-compact tersebut sehingga mengecilkan sudut pencahayaan ke lensa dan otomatis menaikkan refleksi pencahayaan pada partikel-partikel yang hampir tak terlihat dengan mata telanjang di depan lensa. Oleh karenanya, orbs backscatter bisa dihasilkan dari partikel-partikel seperti debu, bubuk dan partikel cair yang jatuh seperti misalnya derai air hujan.

Akan tetapi, kenyataan bahwa orbs dapat muncul pada pemotretan dengan kamera handphone mematahkan teori tersebut. Bahkan pada ulasan lain yang bersifat non-teknis dan sering beredar adalah bahwa fakta orbs terkait pula dengan kontroversi penampakan hantu, jiwa-jiwa yang tak kasat mata, energi-energi yang mengambang yang "kebetulan" berada di dalam jangkauan lensa ketika shutter kamera ditekan. Entah, tetapi beberapa penelitian terakhir mengatakan bahwa orbs merupakan suatu benda bermedan magnet dengan besaran muatan tertentu.

Masih ingatkah pada sang pembunuh berantai Ryan dari Jombang? Ini merupakan foto hasil jepretan di salah satu ruang dalam bangunan rumah Ryan. Pencahayaan ruang tersebut boleh dikatakan cukup. Tetapi penampakan Orbs sangat2 jelas. Bahkan tak terhitung.

Lalu bandingkan dengan foto di bawah ini. Aku cukup kaget liat postingan foto ospek mahasiswa baru FKUNS hari terakhir bakda buka puasa kemaren. Luar biasa. Bahkan beberapa orbs yang biasanya lebih mirip protozoa transparan malah terlihat agak padat. Scene ini diambil di depan gedung A tepat menghadap ke arah barat, dengan latar pembangunan gedung baru yang masih dalam tahap penyelesaian.

Hmmm. Bagaimanapun juga, yang jelas, fenomena orbs memang menarik. Apapun orbs tersebut, ia merupakan makhluk Allah yang masih misterius. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa atau siapa benda ini. Tentunya dengan kajian yang lebih mendalam.

Wallahu'alam..



powered by

Read More ...

31.8.09

hari pertama uda pokeran euy ;)


Puasa memang bikin konsentrasi anjlog, suasana kelas yang tidak mendukung sama sekali membuat pikiran tambah buyar. Entah mengapa dosen2 yang masuk hari ini pun setali tiga uang, berasa hambar2 semua. Meski semuanya adalah internis-internis senior yang berpengalaman, tapi penyampaian materinya terlalu kaku, sangat textbook. Ruang kuliah yang pindah-pindah gara-gara gedung FK lagi dibangun juga benar2 merepotkan. Belom lagi kuliahnya digabung seangkatan. Jadinya dua kelas bertumplek jadi satu dalam satu ruangan. 200 orang dalam satu kelas! Beeh, panas abiz. Benar-benar menciutkan hasrat belajar..

Hari ni aku kebagian bangku belakang..[biasalah anak rajin]. Meski di belakang, yang penting kan niatnya lurus; menuntut ilmu [hwahaha, gaya tenan]. Pagi tadi sempet fresh, suara dr.totok jam pertama memang lumayan oke. Masuk kuping kanan, kusetop, dicerna, masuk hardisk. Tapi belakangan kelas makin rame. Mungkin perasaan jengah hinggap di benak temen2ku lebih awal. Jadi repot dah ndengerin dosen ngajar dalam kondisi kelas yang rame. boro boro masuk kuping kanan. kedengeran aja nggak..


Makin siang makin ada-ada saja tingkah temen-temenku. Ada yang ngobrol ma temen bangku sampingnya. Ada yang buka hape fesbook-an, sms-an, ato YM an. Ada yang kayaknya serius ngeliat dosen di depan, tapi pandangannya kosong. Rata-rata juga pol2an teklak tekluk ngantug, bahkan mpe ketiduran. Untung aku cuma kiyip2 aja, gak sampe ngorog. Bisa gawat ntar. Mungkin kuliah dosen berasa seperti nyanyian nina bobo siang hari..

Tapi nih, yang paling unik, qo ya ada loh temen2ku yang sempet2nya pokeran.. hahaha. Ngeliat gitu berasa gimanaa gt. Dari perasaan geli, jengkel, ma kaget campur aduk jadi satu. Bener2 gak jelas. Mau ikutan main, qo nggak bisa. Nggak ikut maen, qo ya pengen.. haha. Gojeg cah. Tapi beneran, dosen jam terakhir tadi banar2 paling hambar. Paling texbook. Dan paling mbosenin. Mending baca dhewe bukunya daripada ikutan kuliah g efektif kaya tadi. Palagi waktunya kan bisa buat tadaruzan.. yuk ayuk.. udah mpe juz berapa. Ni bulan ramadhan.. manfaatkan waktu kita sebaik2nya.

Keep spirit!! Happy ramadhan :)

Read More ...
Powered by Blogger.

  © Blogger template 'Personal Blog' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP